Menurutbuku keutamaan etika islam karya fajar kurnianto (2017), hanya bekal doa dan amal soleh yang diharapkan oleh orang yang sudah meninggal. Muslimin dan muslimat yang telah meninggal dunia, ada baiknya untuk didoakan agar tenang di alam kuburnya. 2 bacaan doa untuk orang meninggal dunia di ajaran islam. Jikaaa orang yang akan meninggal ternyata mengalami sekarat yang cukup lama.dikarena kan oleh ilmunya. bacakanlah : "Bis longir, mitulhaya,Allah musna, walhistinja,kang kari hin, banyu suci metu saka pangkon Allah, banyu erang metu saka roh ilapi, dat sahadatku datolah, kedop, kedop,bur,les,bur,lesbur,les "insyah Allah akan mudah meninggalnya Sedangkanilmu santet yang menggunakan makhluk gaib, biasanya akan memanfaatkan jin dan setan. Santet jenis ini, diyakini lebih ganas, dan dikategorikan sebagai ilmu hitam. Santet jenis ini, biasanya langsung berimbas pada orang yang dituju. Bahkan, tidak jarang diantaranya langsung meninggal dunia. DoaUntuk Orang Yang Meninggal • Nasehat Islam - January 29, 2018 Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Mua'wiyah bin Amru telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Al Fazari dari Khalid Al Hadzdza` dari Abu Qilabah dari Qabishah bin Dzu`aib dari Ummu Salamah ia berkata; Ketika Abu Salamah meninggal, C5W9sLY. Tahukah sahabat, mitosnya orang yang memiliki khodam akan sulit meninggal atau sulit menghadapi ajal atau maut. Pembahasan mengenai khodam memang tidak pernah ada habisnya dikarenakan sangat menarik dan luas. Pakar Kebatinan Jawa, Abah Romdhoni mengungkap jawaban tentang pertanyaan apakah benar orang yang memiliki khodam akan mengalami kesulitan saat hendak meninggal. Baca Juga Menguak Suku Gypsy, Ilmu Sihir dan Ramalan Di Eropa Beliau mengatakan bahwa jika khodam berasal dari golongan putih maka aman-aman saja. “Jika khodam anda dari golongan putih saya rasa kok aman-aman saja,” ujar Abah Romdhoni, seperti dilansir dari kanal Youtube Abah Romdhoni, Selasa 28/12/2021. mitosnya orang yang memiliki khodam akan sulit meninggal amurwabhumi_sulawesi_tenggara Abah Romdhoni menjelaskan bahwa khodam putih mengabdi kepada manusia itu adalah ibadah. Jadi ketika manusia tersebut sudah meninggal maka dia akan mencari manusia yang lain untuk dia mengabdi atau menunggu sampai ada manusia yang tepat untuk dia ikuti. Lalu, bagaimana jika khodam yang dimiliki itu bukan khodam putih? “Ya ini yang sedikit rumit saudaraku, namun setau saya sangat jarang ada kasus orang yang susah meninggal karena dia itu memiliki khodam dan khodam itu seakan-akan memegangi rohnya agar tidak bisa meninggal,” kata Abah Romdhoni. Dia mengatakan bahwa hal tersebut jarang sekali terjadi. Page 2 Rabu, 29 Desember 2021 1003 WIB Page 3 Tahukah sahabat, mitosnya orang yang memiliki khodam akan sulit meninggal atau sulit menghadapi ajal atau maut. Pembahasan mengenai khodam memang tidak pernah ada habisnya dikarenakan sangat menarik dan luas. Pakar Kebatinan Jawa, Abah Romdhoni mengungkap jawaban tentang pertanyaan apakah benar orang yang memiliki khodam akan mengalami kesulitan saat hendak meninggal. Baca Juga Menguak Suku Gypsy, Ilmu Sihir dan Ramalan Di Eropa Beliau mengatakan bahwa jika khodam berasal dari golongan putih maka aman-aman saja. “Jika khodam anda dari golongan putih saya rasa kok aman-aman saja,” ujar Abah Romdhoni, seperti dilansir dari kanal Youtube Abah Romdhoni, Selasa 28/12/2021. mitosnya orang yang memiliki khodam akan sulit meninggal amurwabhumi_sulawesi_tenggara Abah Romdhoni menjelaskan bahwa khodam putih mengabdi kepada manusia itu adalah ibadah. Jadi ketika manusia tersebut sudah meninggal maka dia akan mencari manusia yang lain untuk dia mengabdi atau menunggu sampai ada manusia yang tepat untuk dia ikuti. Lalu, bagaimana jika khodam yang dimiliki itu bukan khodam putih? “Ya ini yang sedikit rumit saudaraku, namun setau saya sangat jarang ada kasus orang yang susah meninggal karena dia itu memiliki khodam dan khodam itu seakan-akan memegangi rohnya agar tidak bisa meninggal,” kata Abah Romdhoni. Dia mengatakan bahwa hal tersebut jarang sekali terjadi. SULIT MENINGGAL KARENA PUNYA ILMU GAIB ? From alamat email saya samarkan To Sent Sat, November 7, 2009 30756 PM Subject Tanya Masalah Jin Assalamu’alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh. Yth. Bpk. Muhammad Nadhif Khalyani, Mohon penjelasannya, nenek saya kemarin meninggal pada tanggal 5 November 2009 kemarin, setelah 1bulan lebih koma dengan kondisi yang aneh, kata seorang yang mengaku punya ilmu, dalam diri alm. nenek saya itu terdapat jin yang menyebabkan jalan bagi beliau untuk meninggal begitu susah dan baru bisa meninggal setelah jin yang ada dalam tubuhnya keluar, memang benar nenek saya dulu itu mempunyai semacam ilmu gaib. Dan memang benar, alm nenek saya itu baru bisa meninggal setelah sebelumnya dari mulutnya mengeluarkan busa yang cukup banyak, busa yang aneh, kata orang tersebut jin itu tidak akan pergi tetapi bisa diwariskan ke anaknya dan kalau anaknya tidak mau maka jin tersebut akan ikut masuk ke dalam tubuh cucunya. Hal ini membuat saya sebagai cucunya sempat merasa takut, yang pada akhirnya saya mencari artikel di internet dan setelah membaca artikel anda saya menjadi tenang, bahwa memang Allah lah pelindung kita. Mohon penjelasannya atas kasus saya diatas dan tolong berikan solusi kepada saya bagaimana saya bisa meningkatkan keimanan agar saya selalu yakin bahwa Allah lah tempat kita memohon pertolongan dan perlindungan. Atas jawabannya saya mengucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh Hormat saya, Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Mas, sebagai mana yang kita yakini bhw takdir kematian ada dalam kekuasaan Alloh SWT. mutlak. tanpa ada yang dapat mencegah, menghalangi atau mempersulit datangnya malaikat Izroil. tidak pernah ada dalam aqidah kita bahwa jin dapat mempersulit kematian kita. jika dia bisa mempersulit kematian kita maka sama hal nya di dapat mempersulit kdatangan malaikat Izrail. ini tidak mungkin. kesakitan saat menjelang kematian bisa mengindikasikan 2 hal 1. ini bentuk kemurahan Alloh, karena dengan sakit itu dosa kita dihapuskan sehingga kita menghadap Alloh dengan dosa yg tlh terampuni. 2. ini bentuk kemurkaan Alloh, rasa sakit itu adalah bagian dari azab. dari 2 hal itu maka hanya Alloh-lah yang tahu husnul khatimah ataukah su’ul khatimah-nya seseorang. yang bisa kita lakukan hanya lah memohonkan ampun bagi beliau semoga Alloh mengampuni kesalahanya dan menerima semua kebaikannya. ini kewajiban kita yang masih hidup untuk beliau. sebenarnya jin tidak mengetahui datangnya kematian sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Saba 14. tetapi dia tahu bahwa orang yang sdg ditinggalinya’ dalam kondisi sakit keras dan kritis. dalam situasi seperti ini jin itu berusaha utk membuat kita suul khatimah. caranya dg mpengaruhi emosi org yang sakit tsb, mengingatkannya pada dunia, keturunannya, mengancam dengn ksulitan saat kematian, membuat dia menikmati kebiasaan buruknya, menyibukan hati orang trsbut dengan keluh kesah pada sakit yang dia rasakan, dll. intinya jin itu akan berupaya agar pada saat saat terkhir ini, orng yang tubuhnya ditempati’ oleh jin itu tidk sempat mengingat Alloh, tidk sempat bertaubat, tidak ridho dg sakit yang dirasakannya, membuat kacau pikirannya dan tidak tenang. inilah inti misi jin itu ada dalam tubuh kita yakni menjebak kita agar suul khatimah, ini misi yang telah ditetapkan iblis sejak diusir dari surga. inilah sebenarnya yang dilakukan jin itu pada orang yang pnya ilmu kesaktian itu. jadi kita perlu menjauhi ilmu2 gaib itu bukan agar kematian kita mudah, tetapi agar kita lebih tenang dan terbiasa dengan kebaikan pada saat saat akhir hayat kita. Mengenai gangguan jin pada keturunannya, ada penjelasan lain. selama ini ilmu gaib adalah salah satu sumber gangguan jin. jika kita mempunyai ilmu kesaktian, maka biasanya gangguan jin sudah terjadi pada kita sendiri dan keturunan kita, walaupun kita belum meninggal. jadi jika beliau mempunyai ilmu gaib maka sebenarnya satu atau lebih dari keturunannya sudah ada yang mengalami gangguan jin. sering kali terjadi gangguan jin itu sdh ada pada keturunannya sejak keturunan anak/cucu itu belum baligh. tp tidk perlu khawatir, ada tidaknya gangguan jin sangat tergantung pada diri kita masing masing. jika pemahaman, mental, dan ibadah kita cukup , insyaAlloh gangguan itu tdk terjadi. tp sebagai potensi gangguan, sebaiknya diwaspadai. ini sama spt sakit medis biasa, hipertensi misalnya. jika orang tua kita penderita hipertensi maka besar kemungkinan anaknya juga punya potensi hipertensi, tapi terjadi atau tidaknya hipertensi itu pada anaknya, sangat tergantung pada pola hidup si anak itu. saran saya hilangkan semua kekhawatiran itu, dan ajaklah keluarga utk ruqyah karena jika gangguan jin itu sekarang tidak terjadi pada Mas, bukan tidak mungkin gangguan itu ada pada saudara Mas yang lain. carilah ruqyah yng benar-benar syar’i. Mohon maaf, penjelasan mengenai hal ini, juga teknik ruqyahnya, sebenarnya sudah saya tulis dalam catatan ruqyah “Mengenali Gangguan jin dan Sihir tanpa Indera keenam dan Tanpa ilmu kesaktian.” penjelasan mengenai catatan ruqyah ini bisa Mas lihat di blog saya. saya tidak mmuat tulisan-tulisan dalam catatan ruqyah ini di blog karena saya ingin, orang yang membaca tulisan ini hanya mereka yang benar-benar membutuhkannya, ingin menyelesaikan gangguan jin dalam dirinya. karena ada beberapa hal dalam catatan ini yang saya nilai sensitif. saya tidak ingin tulisan saya hanya menjadi bahan diskusi atau debat. Mudah-mudahn penjelasan singkat ini bermanfaat. Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu. Nadhif Wa’alaikum salam wr. wb Terima kasih atas jawaban Bapak, saya sudah mengunjungi blog bapak dan sudah membaca semua artikel yang bapak post-kan, saya berterima kasih atas artikel-artikel tersebut berguna sekali semoga bisa menambah keimanan saya. Mengenai jawaban yang bapak berikan perkenankan saya untuk bertanya lagi, bagaimana hukumnya saya yang sudah mempercayai perkataan orang yang mengatakan mengenai almarhumah nenek saya tersebut, orang itu mengatakan pada Pakde saya dan kemarin Pakde saya menceritakan perkataan itu kepada keluarga sesuai dengan apa yang saya tuliskan melalui email saya sebelumnya, dan kami sekeluarga percaya. Setelah mendapatkan jawaban bapak ini saya jadi tersadar, apakah dengan mempercayai perkataan itu kami semua sudah berdosa besar, apakah sholat kami selama 40hari tidak diterima, atau kami sudah mendapat dosa besar? Karena saya tidak tahu apakah orang yang mengatakan itu paranormal atau bukan. Jujur saya takut sekali telah mempercayai perkataan orang itu yang disampaikan kepada Pakde saya. Atas jawabannya saya mengucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu Wa’alikum salam Yang lalu biarlah berlalu, kewajiban kita hanya beristighfar dan bertaubat atas keksalahan yng mngkn kita lakukan. jika kita mnyadarinya dan segera mengakhirnya maka kita telah berbuat kebaikan. di masa mendatang, jangan pernah terlintas keinginan utk bertanya atau datang pada para normal atau org yang mengaku mengetahui ilmu ghaib. karena sangt terlarang dalam Islam. Mengenai potensi gangguan jin dalam keluarga Mas, lebih baik diwaspadai. ini berdasarkan pengalaman selama ini bkn berdasrkan informasi dari org tsb. jk memngkinkan ajaklah keluarga Mas utk ruqyah atau ajaklah mereka berkumpul ukt mendengarkan kaset/CD tilawah Al Qur’an atau ayat-ayat ruqyah. ajaklah mereka utk membiasakan diri membaca tilawah Al Qur’an dan doa-doa dari Nabi pada waktu pagi dan petang. Mudah-mudahan bermanfaat. Wassalamu’alaikum Nadhif Wa’alikum salam Terima kasih atas saran, nasehat, dan petunjuknya. Saya benar-benar tersadar dan segera bertobat, semoga Allah masih mengampuni kami semua. Terima kasih juga atas petunjuk ruqyah yang telah diberikan, Insya Allah kami semua akan segera mempraktekkannya. Wassalamu’alaikum “Belajar Ilmu ghaib = Sulit Mati..!?” Kata orang bila belajar ilmu-ilmu ghaib akan menyusahkan diri ketika akan meninggal dunia. Tersiksa di ambang sakaratul maut. Betulkah demikian? Artikel ini merupakan sebuah wacana, mengurai kondisi penyebab sebenarnya “susah mati” itu. Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian yang ingin mulai menapaki dunia supranatural maupun yang telah menyelaminya. Apabila kita mengandalkan ilmu dan menganggap bahwa semua khasiat yang terjadi adalah semata-mata dari ilmu tersebut. Lalu menyakini bahwa ilmu ini-ilmu itu sakti. Maka tanpa kita sadari sebenarnya diri kita telah terlena oleh kehebatan ilmu dan sejatinya kita telah lupa kepada kuasa Tuhan YME. Akhirnya ketika tiba saatnya datang ujian dari Tuhan berupa musibah, masalah, problem hidup maka diri kita merasa aman. Merasa bahwa masalah apapun itu jenisnya akan dapat diatasi dengan khasiat ilmu-ilmu tadi. Rasa aman karena mengantungkan diri kepada kehebatan ilmu itulah yang merupakan kesesatan. Menurunkan kadar ketaqwaan kita kepada Tuhan YME. Bukankah seharusnya hanya Tuhan tempat bergantung segala harapan dan segala sesuatu dialam semesta ini?? cobalah tengok Surat Al-ikhlas. Beruntunglah bila kita senantiasa diberi anugerah selalu mawas diri dan waspada dari segala hal yang membuat terlenanya hati. Namun bila kita tidak menyadarinya, akibat dari rasa aman menggantungkan diri kepada kehebatan ilmu tersebut membuat kita akan semakin jarang untuk berharap berdoa secara sungguh-sungguh kepada Tuhan YME. Berdoa hanya sekedar formalitas dalam ucapan / rapalan saja. “Toh, nanti masalah ini juga dapat diselesaikan dengan ilmu ini atau ilmu itu..” begitulah kira-kira yang muncul dalam benak pikiran. Apabila sudah demikian keadaannya maka dapat dipastikan diri sang pengamal ilmu akan semakin jauh dari penghambaan kepada Tuhan. Sebaliknya cenderung lebih percaya dengan ilmunya, lebih yakin dengan kesaktiannya, menghamba kepada khasiat-khasiat ilmu dunia yang fana. Terjangkitlah sifat Takabur melupakan kuasa Tuhan. Jika penyakit hati ini mengendap semakin larut dalam hati, maka ketika tiba saatnya nanti tanda-tanda datangnya Malaikat Maut pencabut nyawa, hendak memisahkannya dari kehidupan dunia. Sang pengamal ilmu akan ketakutan luar biasa, tidak ikhlas, tidak ridho. Secara otomatis ia akan berharap kepada ilmunya dengan segala kehebatannya dapat menyelesaikan perkara ini. Karena selama ini dirinya memang sudah terbiasa dan terbentuk seperti itu. Padahal kita tahu bahwa perkara yang satu ini tidak dapat diselesaikan dengan ilmu-ilmu itu. Semua itu hanyalah harapan kosong, hanya membuat semakin tersesat dalam kegelapan, hanya membuat semakin takut mati. Lebih rindu dunia daripada negeri akhirat. Lebih percaya ilmunya daripada Tuhan. Maka semakin tersiksalah jiwanya diambang pintu kematian. Jiwanya merintih sementara tubuhnya kesakitan dan kepayahan. Jadi, sebenarnya keadaan “susah mati” yang biasa dialami oleh para pengamal ilmu ghaib itu karena hal itu tadi. Takabur dan terlalu cinta dunia yang membuatnya tidak ikhlas terhadap takdir Tuhan. Bukan karena ilmu ghaibnya yang dipahami seperti tarik menarik antara khadam Ilmu JIN dengan Malaikat yang sedang memperebutkan arwah sang pengamal ilmu. Tidak pernah ada cerita orang mati bisa hidup lagi gara-gara Khadam ilmu kesaktiannya telah mengalahkan Malaikat Maut!? Karena memang tidak pernah terjadi kejadian “tarik-menarik” itu. Tercabutnya ruh dari jasad seseorang adalah dimensi mutlak Malaikat Maut. Tidak ada makhluk lain yang bisa menghalangi Malaikat yang mengemban tugas dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Andai saja jiwa dan hati kita terbiasa dengan penghambaan kepada Tuhan, hanya menggantungkan harapan kepada-NYA, berdoa yang baik kepada-NYA dengan melalui ilmu-ilmu spiritual dan kebatinan. Menyandarkan segala doa, mantera, ajian, hizib, ratib, wirid dan sebagainya itu hanya kepada kuasaNYA. Niscaya, hati ini akan lebih percaya dan ikhlas terhadap kehendak & takdirNYA hingga akhir hayat nanti. Maka dari itu belajar ilmu batin juga membutuhkan pengkajian. Tidak hanya sekedar mengamalkan ilmu dan merasakan khasiat/kehebatannya. Dengan harapan semoga dapat meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Tuhan YME. Karena seperti kata para sesepuh “Ilmu Yang Sejati Tidak Akan Pernah Meniadakan Tuhan” Jadi jangan takut untuk belajar ilmu spiritual dan kebatinan. Selama dibimbing dengan baik dan benar. —o0o— Ki UmarJogja Artikel ini juga pernah dimuat di blog wongalus.